Nama Kelompok : 

1.Natalia Dian Sari Br.Sihite

2.Rustika Sianturi

3.Sania

4.Lusia Siagian

5.Anto Hasibuan


TEORI MANAJEMEN

PENGERTIAN MANAJEMEN

Defenisi manajemen 

➡️Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno management,yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.


Manajemen adalah kemampuan dalam mengatur sesuatu agar tujuan yang ingin dicapai dapat terpenuhi.

Manajemen juga dapat diartikan sebagai usaha perencanaan, koordinasi,serta pengaturan sumber daya yang ada demi mencapai tujuan secara efektif dan efisien.



TEORI MANAJEMEN


Teori manajemen mulai muncul sejak awal abad 19 ketika industrialisasi sedang dalam puncaknya terutama di dunia barat. Sejak era industri sampai hari ini, ketimpangan sosioekonomi selalu menjadi bagian proses industrialisasi. Pada waktu yang relatif bersamaan, perkembangan kapitalisme menjadi objek studi yang makin diminati. Di dalam perkembangan sistem kapitalisme tersebut, teori manajemen dan ideologi manajerialisme tumbuh dan berkembang.


Perkembangan teori manajemen


Dalam ilmu sosial, perkembangan minat pada penelitian tentang sistem kapitalisme menjadi inti dari karya intelektual Max Weber. Jika Weber mengatakan bahwa karakteristik kapitalisme merupakan bentuk tunggal dari organisasi privat dalam sistem ekonomi pasar, maka karakteristik lain yang mucul dalam perkembangan kapitalisme adalah pola pikir manajerial dan munculnya kelas sosial baru yang bernama manajer.


Di sini kita temukan bahwa pola pikir manajerial dan kelas manajer muncul dalam sebuah sistem ekonomi kapitalis yang ditopang oleh industrialisme abad 19 di dunia barat. Menurut sejarawan bisnis Alfred Chandler, teori manajemen bisa dikatakan muncul pada akhir abad 19 ketika bisnis dan industri berkembang pesat di Amerika Serikat. Apa itu teori manajemen?


TEORI MANAJEMEN


Intelektual Perancis Pierre Bourdieu melihat manajemen sebagai sosial field, yaitu sebuah arena sosio-kultural yang spesifik dimana aktor tertentu bermain dalam menciptakan konstruksi dan transformasi sosial.


Teori manajemen bisa dipahami sebagai sebuah proses sosial dan figur sosial. Sebagai proses sosial, teori manajemen adalah proses bagaimana organisasi bisa berjalan secara efektif dan efisien. Sebagai figur sosial, teori manajemen adalah kelompok sosial, biasanya terdiri dari eksekutif dan manajer, yang bekerja untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi organisasi demi mencapai tujuan organisasi.


Lahirnya teori manajemen tidak lepas dari sejarah pemikiran manajerial yang meniliki tiga kontributor utama, yaitu praktisi, konsultan dan akademisi. Kontribusi praktisi dan konsultan pada pemikiran manajerial dan teori manajemen lebih cenderung bersifat preskriptif dan praktis. Sedangkan kontribusi akademisi pada teori manajemen lebih cenderung analitis.


perkembangan teori manajemen menjadi tiga periode:


◊ Periode klasik yang terdiri dari para pendiri teori manajemen sekitar tahun 1880-1945


◊ Periode perang dingin dan hegemoni Amerika dalam pemikiran manejerial sekitar tahun 1945-1975


◊ Periode kemenangan kapitalisme dan ideologi manajerialisme sekitar tahun 1975-2000


Beberapa tokoh yang bisa disebutkan di sini untuk menjelaskan perkembangan teori manajemen antara lain: (Periode klasik); Fredrik Winslow Taylor, Henry Fayol, Henry Ford, Mary Parker Follett, Max Weber, Elton Mayo Chester Bernard, (Periode perang dingin); Carnegie Mellon, Michel Crozier, (Periode kemenangan kapitalisme); Margaret Tatcher, Ronald Regan.




1.Periode klasik


- Teori Fredrik Winslow Taylor


Menjelang akhir abad 19, muncul usaha sistematis untuk meningkatkan efisiensi dalam kinerja organisasi. Salah satu figur sentral dalam usaha sistematis tersebut dilakukan oleh Taylor. Ide utama Taylor adalah menempatkan efisiensi sebagai prinsip pokok bekerjanya organisasi. Efisiensi berarti penggunaan sumber daya yang seminimal mungkin dengan hasil sebaik mungkin. Dalam praktik efisiensi, rasionalitas dan sains berperan signifikan. Prinsip efisiensi Taylor mengatakan bahwa efisiensi merupakan satu-satunya cara menuju progres. Sebagai implikasinya, progress menciptakan harmoni sosial, kenaikan upah pekerja sekaligus level produktivitas. Singkatnya, makin efisien, makin produktif. Upah pekerja yang tinggi menciptakan produktivitas yang tinggi pula.


- Teori Henri Fayol


Fayol menekankan pada peran firma secara keseluruhan. Peran manajemen dan organisasi sangat signifikan pada kesuksesan perusahaan. Fayol sendiri bekerja sebagai teknisi di perusahaan tambang. Fayol mewakili kelas manajer pada masanya. Teori manajemen yang diadopsi Fayol meliputi pentingnya planning, pengorganisasian, kepemimpinan, dan kontrol dalam perusahaan agar bisa sukses. Teori ini banyak diadopsi oleh industri Amerika pada abad 19.


- Teori Henry Ford


Teori Ford yang paling dikenal adalah sistem perakitan atau assembly. Ford dianggap sebagai praktisi pertama yang berhasil mengembangkan efisiensi industri melelui penerapan assembly. Ribuan pekerja bahkan mereka yang tanpa skill sekalipun sangat mungkin berkontribusi pada perusahaan sebagai pekerja dalam perusahaan yang menerapkan sistem perakitan. Namun demikian, implikasi sosial dari sistem fordism sangat besar, seperti terciptanya kesadaran kelas pekerja dan konflik sosial.


- Teori Mary Parker Follet


Follet memiliki background sebagai pemikir politik. Teori manajemen yang dikembangkannya tidak lepas dari konteks kenegaraan dan demokrasi. Follet memahami bahwa manajemen organisasi perlu selaras dengan budaya organisasi dan sistem sosial. Asumsi utama teori Follet adalah kerjasama dan partisipasi akan membantu proses bisnis menuju pada keberhasilan. Peran dari manajemen organisasi menurutnya adalah berkontribusi bagi kehidupan secara keseluruhan. Di sini, Follet telah meletakkan fondasi pembanguan berkelanjutan dalam teori manajemen, sebelum istilah itu ditemukan.


- Teori Max Weber


Teori weber tentang manajerial yang paling berpengaruh adalah konsepnya mengenai birokrasi. Birokrasi merupakan produk dari rasionalisasi menyeluruh dalam organisasi. Pemikiran manajerial bisa dikatakan refleksi dari birokratisasi yang merupakan produk rasionalisasi manusia modern. Birokrasi menurut Weber bukan penghambat proses organisasional,melainkan justru cara paling efisien dalam mengorganisir sesuatu.


- Teori Elton Mayo


Teori Mayo berisi penjelasan tentang hubungan antara performa kerja dengan dinamika kelompok. Dalam hubungan tersebut, Mayo melihat pentingnya pengakuan sosial berupa keberadaan aktor yang terlibat dalam proses organisasi. Mayo berpendapat bahwa manajemen yang efisien bisa diciptakan melalui stimulus perilaku yang diorientasipakan pada pengakuan sosial. Semakin diakui keberadaan individu dalam organisasi, individu tersebut cenderung semakin produktif. Pengakuan sosial bisa dilakukan, misalnya dengan pemberian penghargaan.


- Teori Chester Barnard


Barnard mengembangkan teori dimana kerjasama diletakkan sebagai sentral organisasi. Dipengaruhi oleh Follet, Barnard mengembangkan konsep otoritas yang dihubungakan dengan legitimasi agensi manajerial. Legitimasi agensi manajerial menurutnya berhubungan erat dengan pengakuan personal.




2.Periode perang dingin


- Teori Carniege Mellon


Perkembangan teori manajemen di era perang dingin memasuki saintifikasi manajemen. Manajemen sebagai sebuah sistem organisasi yang efisien segera menjadi objek studi. Mellon mengembangkan unsur kognitif dalam manajemen dan praktik manajerial. Ilmu administrasi menjadi inti dari proses pengetahuan tentang manajemen.


- Teori Michel Crozier


Crozier dipengaruhi oleh Weber tentang birokrasi sebagai sarana efisiensi dalam organisasi. Manajemen menurut Crozier mirip seperti lingkaran setan birokrasi yang berusaha mereduksi ketidakpastian sehingga segala tindakan diatur oleh hubungan impersonal. Namun tindakan impersonal tersebut tidak berhasil juga mereduksi ketidakpastian.



3.Periode kemenangan kapitalisme


- Teori Margaret Thatcher


Thatcher mewakili politisi konservatif yang ingin menarik mundur peran negara dalam manajemen ekonomi. Pasar merupakan pengendali manajemen ekonomi moderen era Thatcher. Pada periode ini, teori manajemen yang berkembang menantang teori-teori Keynesian yang eksis sebelumnya. Efiensi, menurut Thatcher, dapat didorong oleh pengurangan atau reduksi peran negara dalam ekonomi.


- Teori Ronald Regan 


Teori Regan sejalan dengan Thatcher. Politik konservatif mendominasi sistem ekonomi manajerial di Amerika Serikat dibawah Regan. Beberapa langkah efisien yang diterapkan meliputi pemotongan pajak, privatisasi, dan pengurangan belanja pegawai.



PERKEMBANGAN MANAJEMEN


Perkembangan manajemen yang sangat cepat melalui studi di perguruan tinggi memunculkan teori-teori manajemen dari berbagai aliran.


Perkembangan manajemen yang sangat cepat melalui studi di perguruan tinggi memunculkan teori-teori manajemen dari berbagai aliran. Teori tersebut dapat dikelompokkan ke dalam enam aliran :

1. Aliran Managemen Ilmiah

Teori Manajemen Ilmiah muncul sebagaian dari kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas. Di awal abad keduapuluh, terutama Amerika Serikat, tenaga kerja trampil amat terasa kuirang, satu satunya cara untuk meningkatkan produktivitas adalah menaikkan efisiensi pekerja.

a. Frederick W. Taylor (1856 -1915)

Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Adapun filsafat Taylor memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu :

1. Pengembangan manajemen ilmiah secara benar.

2. Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan menempatkan pekerjaan yang cocok untuk satu pekerjaan.

3. Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.

4. Kerjasama yang baik antara manajemen dengan pekerja.


Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip-prinsip dasar menurut Taylor mendekati ilmiah adalah :

1. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.

2. Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.

3. Adanya kerja sama sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.

4. Bekerja untuk hasil yang maksimal.

5. Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya,


b. Henry L Gant (1861 -1919)


Henry L Gant menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajemen dan para karyawan, yaitu kerja sama yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggaris bawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah manajemen.

1. Gant membuat ide baru, setiap pekerja yang dalam sehari berhasil menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya akan menerima bonus sebesar 50 sen.

2. Kemudian ia menambahkan motivasi kedua, supervisor akan mendapat bonus tambahan bila semua pekerja mencapai standar tersebut.

3. Gant memelopori sistem pencatatan dengan bagan untuk jadwal produksi (Gant Chart)

4. Meninggalkan sistem tarif berbeda karena dianggap terlalu kecil memberikan dampak motivasional.


c. Frank B. Gilbreth 1868-1924 dan Lilian Gilbreth 1878-1972

Suami istri ini selain mempelajari masalah gerak dan kelelahan, juga tertarik dengan usaha membantu pekerja menampilkan potensinya secara penuh sebagai makhluk manusia. Setiap langkah yang dapat menghasilkan gerak dapat mengurangi kelelahan. Mereka juga terkenaI dengan tiga peran dari setiap pekerja yaitu sebagai pelaku, pelajar dan pelatihan yang senantiasa mencari kesempatan baru, atau terkenal dengan konsep "three position plan of promotion". Banyak manfaat dan jasa yang diberikan oleh manajemen ilmiah, namun satu hal penting dilupakan oleh manajemen ini, yaitu kebutuhan social manusia dalam berkelompok, karena terlalu mengutamakan keuntungan dan kebutuhan ekonomis dan fisik perusahaan dan pekerjaan. Aliran ini melupakan kepuasan pekerjaan pekerja sebagai manusia biasa. Perhatian Lilian Gilbreth tertuju pada aspek manusia dari kerja dan perhatian suamianya pada efisiensi -yaitu usaha untuk menemukan cara satu-satunya yang terbaik dalam melaksanakan tugas tertentu. Dalam menerapkan prinsipprinsip manajemen ilmiah, harus memandang para pekerja dan mengerti kepribadian serta kebutuhan mereka. Ketidakpuasan di antara pekerja karena kurang adanya perhatian dari pihak manajemen terhadap pekerja.

2. Aliran Teori Organisasi Klasik

Aliran ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen. Perhatian dan kemampuan manajemen diarahkan pada penerapan fungsi-fungsi tersebut.

a. Henry Fayol (1841 -1925)

Henry Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen yang mantap mempunyai pola tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisa, yaitu :

1. Pembagian kerja (Division of labor), yaitu sernakin mengkhusus manusia dalam pekerjaannya, semakin efisien kerjanya, seperti terdapat pada ban berjalan.

2. Otoritas dan tanggung jawab (Authority and Responsibility) diperoleh melalui perintah dan untuk dapat memberi perintah haruslah dengan wewenang formil. Walaupun demikian wewenang pribadi dapat mernaksa kepatuhan orang lain.

3. Disiplin (discipline), dalam arti kepatuhan anggota organisasi terhadap aturan dan kesempatan. Kepemimpinan yang baik berperan penting bagi kepatuhan ini dan juga kesepakatan yang ad ii, seperti penghargaan terhadap prestasi serta penerapan sangsi hukum secara adil terhadap yang menyimpang.

4. Kesatuan komando (Unity of commad), yang berarti setiap karyawan hanyamenerima perintah kerja dari satu orang dan apabila perintah itu datangnya dari dua orang atasan atau lebih akan timbul pertentangan perintah dan kerancuan wewenang yang harus dipatuhi.

5. Kesatuan pengarahan (unity of Direction), dalam arti sekelompok kegiatan yang mempunyai tujuan yang sarna yang harus dipimpin oleh seorang manajer dengan satu rencana kerja.

6. Menomorduakan kepentingan perorangan terhadap terhadap kepentingan umum (Subordination of Individual interest to general interes), yaitu kepentingan perorangan dikalahkan terhadap kepentingan organisasi sebagai satu keseluruhan.

7. Renumerasi Personil (Renumeration of personnel), dalam arti imbalan yang adil bagi karyawan dan pengusaha.

8. Sentralsiasi (Centralisation), dalam arti bahwa tanggung jawab akhir terletak pada atasan dengan tetap memberi wewenang memutuskan kepada bawahan sesuai kebutuhan, sehingga kemungkinan adanya desentralisasi.

9. Rantai Skalar (Scalar Chain), dalam arti adanya garis kewenangan yang tersusun dari tingkat atas sampai ke tingkat terendah seperti tergambar pada bagan organisasi.

10. Tata-tertib (Order), dalam arti terbitnya penempatan barang dan orang pada tempat dan waktu yang tepat.

11. Keadilan (Equity), yaitu adanya sikap persaudaraan keadilan para manajer terhadap bawahannya.

12. Stabilitas masa jabatan (Stability of Penure of Personal) dalam arti tidak banyak pergantian karyawan yang ke luar masuk organisasi.

13. Inisiatif (Initiative), dengan memberi kebebasan kepada bawahan untuk berprakarsa dalam menyelesaikan pekerjaannya walaupun akan terjadi kesalahan-kesalahan.

14. Semangat Korps (Esprit de Corps), dalam arti meningkatkan semangat berkelompok dan bersatu dengan lebih banyak menggunakan komunikasi langsung daripada komunikasi formal dan tertulis.


b. Max Weber (1864-1920)

Max Weber mengemukakan tentang manajemen birokrasi yang menekankan pada kebutuhan akan hirarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas


c. Mary Parker Folett (1868-1933)

Mary percaya bahwa adanya hubungan yang harmonis antara karyawan dan manajemen brdasar persamaan tujuan, namun tidak sepenuhnya benar untuk memisahkan atasan sebagai pemberi perintah dengan bawahan sebagai penerima perintah. Beliau menganjurkan kedudukan kepemimpinan dalam organisasi, bukan hanya karena kekuasaan yang bersumber dari kewenangan formil, tapi haruslah berasal dari pada pengetahuan dan keahliannya sebagai manajer.


d. ChesterL. Barnard (1886 -1961)

Perusahaan dapat beroperasi efisien dan tetap bertahan hanya kalau sasaran organisasi dibuat seimbang dengan tujuan dan keperluan individu yang bekerja untuk perusahaan tersebut


3. Aliran Hubungan Manusiawi

Aliran ini sering disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini memusatkan kajiannya pada aspek manusia da perlunya manajemen memahami manusia. Aliran ini menggunakan disiplin ilmu psikologi dan sosiologi dalam menerapkan teori-teorinya.

Tokoh penting dalam aliran prilaku adalah Elton Mayo dan Hugo Munsterberg. Melalui eksperimen aliran ini mengganti konsep “manusia rasional” (manusia yg hanya dapat dimotivasi dgn pemenuhan kebutuhan ekonomi) dengan konsep “manusia social” (dpt dimotivasi dengan pemenuhan kebutuhan social berupa hubungan kerja).


a. Elton Maya (1880 -1949)

Mayo melakukan percobaan dengan teman-temannya di sebuah pabrik.Percobaan pertamanya meneliti pengaruh kondisi penerangan terhadap produktivitas. Dan bisa disimpulkan bila kondisi penerangan naik, maka produktivitas juga akan naik, bagitupun sebaliknya. Penelitian lainnya yaitu kelompok kerja informal-lingkungan sosial karyawan signifikan terhadap produktivitas.

Konsep makhluk sosial di motivasi kebutuhan sosial, hubungan timbal-balik lebih responsif terhadap dorongan kerja.Pengawasan manajemen telah menggantikan konsep “makhluk rasional” yang di motivasi oleh kebutuhan-kebutuhan fisik manusia.


b. Hugo Munsterberg (1863-1916)

Hugo MunsterbergBapak Psikologi Industri.Sumbangannya yang terpenting adalah berupa pernanfaatan psikologi dalam mewujudkan tujuan-tujuan produktivitas sarna seperti dengan teori-teori manajemen lainnya. Bukunya "Psychology and Indutrial Efficiency", ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas:

1. Menempatkan seorang pekerja terbaik yang paling sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dikerjakannya.

2. Menciptakan tata kerja yang terbaik yang memenuhi syarat syarat

psikologis untuk memaksimalkan produktivitas.

3. Menggunakan pengaruh psikologis agar memperoleh dampak yang paling tepat dalam mendorong karyawan

4. Aliran Analisis Sistem

Aliran ini memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan bidang lain untuk mengembangkan teorinya. Menurut aliran ini, memotivasi pegawai akan dilihat hubungannya dengan kesejahteraan, penggajian, jam kerja, jaminan hari tua, dan faktor lainnya.


5. Aliran Manajemen Berdasarkan Hasil

Aliran manajemen berdasarkan hasil (management by objective) diperkenalkan pertama kali oleh Peter Drucker pada awal tahun 1950-an. Aliran ini memfokuskan pemikiran pada hasil-hasil yang dicapai, bukan pada interaksi kegiatan karyawan.


6. Aliran Manajemen Mutu

Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk kepuasan pelanggan (konsumen). Oleh karena itu, fokus utama aliran manajemen mutu mengatakan apakah barang atau jasa yang dihasilkan bermutu atau tidak.




PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN


Ketiga aliran manajemen yang telah diuraikan di atas ternyata sampai sekarang berkembang terus. Aliran hubungan manusiawi dan ilmu manajemen memberikan pendekatan yang penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah- masalah manajemen. Demikian pula aliran klasik yang telah berkembang ke arah pemanfaatan hasil-hasil penelitian dari aliran lain dan terus tumbuh menjadi pendekatan baru yang disebut pendekatan sistem dan kontingensi.

Aliran klasik dikenal dengan pendekatan proses dan operasi manajemen. Dengan terjadinya proses perkembangan yang saling berkaitan di antara berbagai aliran ini, maka kemudian sudah sulit untuk terlalu membedakan dan memisahkan antara aliran-aliran.

Proses perkembangan teori manajemen terus berkembang hingga saat ini yang dilihat dari lima sisi yaitu :

1. Dominan, yaitu aliran yang muncul karena adanya aliran lain. Pengkajian dari masing-masing aliran masih dirasakan bermanfaat bagi pengembangan teori manajemen.

2. Divergensi, yaitu dimana ketiga aliran masing-masing berkemabng sendiri-sendiri tanpa memanfaatkan pandangan aliran-aliran lainnya.

3. Konvergensi, yang menampilkan aliran dalam satu bentuk yang sarna sehingga batas antara aliran nlenjadi kabur. Perkembangan seperti inilah yang sudah

Terjadi sekalipun bentuk pengembangannya tidak seimbang karena masih terlihat bentuk dominan dari satu rnazhab terhadap yang lain.

4. Sintesis, berupa pengembangan menyeluruh yang lebih bersitat integrasi dari aliran-aliran seperti yang kemudian tampil dalam pendekatan sistem dan kontingensi.

5. Proliferasi, merupakan bentuk perkembangan teori manajemen dengan munculnya teori-teori manajenlen yang baru yang memusatkan perhatian kepada

satu permasalahan manajenlen tertentu.


Seperti kita ketahui hingga saat organisasi bisnis nlerupakan penciptaan pengetahuan dan menjadi sumber inovasi yang penting bagi manajemen. Hal ini dapat dilihat bagaimana perusahaan-perusahaan Jepang dan perusahaan besar lain di belahan dunia ini berhasil dan berkembang karena keahlian danpengalaman dari para manajer dan perusahaan secara keseluruhan menciptakan pengetahuan baru, service, system, produk.

Adanya inovasi yang terns menerus sebenamya rnerupakan inisiatif dari individual dan interaksi datam kelompok sehingga perubahan terns teljadi merupakan hasil dari pengalaman, penyatuan, diskusi, dialog yang menciptakan pengetahuan baru. Seperti yang dikatakan oleh Ikuijiro Nanoka dakam bukunya Knowledge Creating Company (1995), yang dikutip dari Dirlanudin (hal. 10, 1996) bahwa pengembangan kerangka kelja teori khususnya teori manajemen adalah :

"pengembangan kerangka kerja teori, dengan menjelaskan pada dua dimensi, epistemological dan ortological mengenai kreasi pengetahuan organisasional. Dimensi epistemological yang digambarkan pada garis vertikal, yang mana konversi pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit. Sedangkan dimensi ortologi yang mewakili garis horisontal, dimana pengetahuan diciptakan melalui individu-individu yang kemudian ditransformasi pada pengetahuan tingkat kelompok, organisasi dan antar organisasi dan berinteraksi secara terus-menerus"

Komentar